Kajian Kemuslimahan PP ITMI Padukan Taqwa dan Tataboga, Dorong Muslimah Berdaya Melalui Chicken Garlic

Bagikan Kepada Yang Lain

Cimahi, Itmi.or.id – Pimpinan Pusat Ikatan Tunanetra Muslim Indonesia (PP ITMI) kembali menggelar Kajian Kemuslimahan sebagai ruang pembinaan spiritual sekaligus pemberdayaan keterampilan bagi muslimah tunanetra.

Kegiatan yang berlangsung pada Sabtu, 25 Juli 2026 bertepatan dengan 11 Shafar 1448 Hijriah ini mengusung tema “Taqwa dan Ikhtiar, Kolaborasi Menjemput Cinta”.

Bertempat di Sekretariat PP ITMI, Kota Cimahi, Jawa Barat, kegiatan diprakarsai oleh Bidang III PP ITMI melalui Departemen Potensi Muslimah dan Departemen Pemberdayaan Ekonomi dan Ketenagakerjaan.

Dua penggeraknya, Synthia Cempaka Dewi dan Dra. Lisa Agustarini, hadir langsung dari Jakarta untuk memimpin rangkaian kegiatan.

Berbeda dari kajian pada umumnya, kali ini peserta tidak hanya memperoleh penguatan nilai-nilai keislaman, tetapi juga dibekali keterampilan praktis di bidang tata boga yang diharapkan dapat menjadi peluang usaha rumahan bagi para muslimah ITMI.

Diawali Muroja’ah Bersama

Rangkaian acara dibuka dengan muroja’ah Al-Qur’an yang dipandu oleh Rastini, S.Pd.I, Pengurus Wilayah ITMI Jawa Barat, melalui Zoom dari Kabupaten Cirebon.

Suasana khidmat mengawali kegiatan sebelum peserta memasuki sesi utama yang menggabungkan nilai ketakwaan dengan semangat berikhtiar melalui keterampilan memasak.

Baca juga:  Breaking News, Ketua Majelis Syura ITMI Dilarikan ke Rumah Sakit

Sesi utama dipandu oleh Synthia Cempaka Dewi selaku moderator dengan menghadirkan Dra. Lisa Agustarini sebagai pemateri.

Dalam kesempatan tersebut, Lisa membagikan pengalaman sekaligus memperagakan pembuatan Chicken Garlic, menu olahan ayam berbumbu bawang putih yang dikenal memiliki cita rasa gurih, aroma bawang yang kuat, serta tekstur ayam yang tetap lembut.

Hidangan ini umumnya menggunakan daging ayam yang dimarinasi dengan bawang putih, lada, garam, dan bumbu pilihan sebelum dimasak hingga matang.

Di berbagai negara, garlic chicken berkembang dalam beragam variasi, baik digoreng, dipanggang, maupun dimasak dengan saus bawang putih.

Di lingkungan usaha kuliner yang dikelola Lisa Agustarini, Chicken Garlic menjadi salah satu menu andalan yang memiliki nilai jual dan relatif mudah diproduksi menggunakan bahan-bahan yang mudah diperoleh.

Sementara itu, proses memasak dalam praktik tataboga diperagakan langsung oleh Ibu Istiqamah sebagai koki, sehingga peserta dapat menyimak dengan baik.

Lisa mengaku optimistis para muslimah ITMI tidak akan mengalami kesulitan mengikuti praktik tersebut.

“Insyaa Allah kemampuan masak-memasak ini saya yakin bunda-bunda muslimah ITMI sudah jadi koki hebat untuk anak-anak dan suaminya. Jadi, ketika saya pandu membuat Chicken Garlic ini saya yakin bunda-bunda semua sudah dapat mengikutinya, apalagi yang sudah terbiasa memasak,” ujarnya.

Baca juga:  PP ITMI Wajibkan KTAI dalam Rapat Internal, Pendaftaran Mandiri Calon Anggota Via Platform SIARGA Mulai Disiapkan

Taqwa Harus Melahirkan Ikhtiar

Menurut Synthia Cempaka Dewi, kajian kemuslimahan tidak cukup berhenti pada penguatan spiritual semata. Nilai ketakwaan juga perlu diwujudkan melalui ikhtiar nyata yang mampu memberikan manfaat bagi keluarga maupun perekonomian.

Karena itu, materi tataboga dipilih sebagai bentuk implementasi tema besar yang diangkat pada kegiatan tersebut.

“Bunda-bunda semua, mari kita jadikan kegiatan pembelajaran tataboga ini sebagai sarana kita untuk ikhtiar setelah taqwa. Ikhtiarnya dengan berniaga, menjual Chicken Garlic ini ya,” kata Synthia kepada para peserta.

Pesan tersebut mendapat sambutan hangat dari peserta, baik yang mengikuti kegiatan secara langsung maupun daring.

Sebagaimana kegiatan PP ITMI lainnya, kajian ini diselenggarakan secara hybrid. Selain diikuti peserta yang hadir di sekretariat, kegiatan juga disiarkan melalui Zoom Meeting, YouTube PP ITMI, dan Radio Suara ITMI (RSI) sehingga dapat diikuti oleh muslimah ITMI dari berbagai daerah di Indonesia.

Baca juga:  Penantian Panjang Sejak Awal Pembangunan, Masjid ITMI Resmi Bersertifikat Wakaf

Turut hadir dalam kegiatan tersebut jajaran Bidang III PP ITMI, di antaranya Ust. H. Ipan Hidayatulloh, S.Pd., M.Pd. Ia menyampaikan harapan agar kajian kemuslimahan tidak hanya menjadi ruang silaturahmi, tetapi juga mampu melahirkan keterampilan yang bernilai ekonomi.

Menurutnya, perpaduan antara pembinaan keislaman dan pemberdayaan ekonomi merupakan langkah positif dalam memperkuat peran muslimah ITMI, baik di lingkungan keluarga maupun masyarakat.

Menikmati Hasil Ikhtiar Bersama

Setelah seluruh proses memasak selesai, kegiatan ditutup dengan mencicipi Chicken Garlic yang telah dimasak oleh Ibu Istiqamah.

Suasana akrab dan penuh kekeluargaan mewarnai penutupan acara, sekaligus menjadi bukti bahwa sebuah kajian dapat menghadirkan manfaat yang menyentuh aspek spiritual maupun keterampilan hidup.

Melalui kegiatan ini, PP ITMI berharap muslimah tidak hanya semakin kokoh dalam ketakwaan, tetapi juga memiliki keberanian untuk berikhtiar melalui berbagai potensi yang dimiliki.

Sebab, ketakwaan yang diwujudkan dalam usaha yang halal dan produktif merupakan salah satu bentuk ikhtiar terbaik dalam meraih keberkahan hidup.


Tentang Penulis

Avatar Media Officer

Baca Postingan Lainnya

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Informasi Terbaru

Temukan Informasi terkini yang dipublikasikan melalui website resmi ITMI.

Bergabung Bersama ITMI

Jadilah bagian dari keluarga besar Ikatan Tunanetra Muslim Indonesia.

Dengan menjadi anggota ITMI, Anda dapat terhubung dengan sesama tunanetra Muslim, mengikuti berbagai program pendidikan dan pengembangan diri, serta memperoleh Kartu Tanda Anggota ITMI (KTAI).