Palembang, Itmi.or.id – Pengurus Pusat Ikatan Tunanetra Muslim Indonesia (PP ITMI) memberikan pembekalan keanggotaan kepada anggota yang hadir dalam kegiatan PW ITMI Sumatera Selatan di Palembang, Rabu (14/10), di sekretariat PW ITMI Sumsel Jl. Urip Sumoharjo Komplek Pusri , 2 Ilir, Sekojo, Kota Palembang, Sumatera Selatan
Pembekalan disampaikan oleh Dwi Citolaksono, S.Pd., staf Media Officer PP ITMI yang juga mengemban tugas sebagai Administrator Keanggotaan ITMI secara nasional melalui platform SIARGA.
Pembekalan tersebut diarahkan untuk memperkenalkan fungsi SIARGA, hak dan kewajiban anggota, sekaligus mendorong anggota agar memahami pentingnya pendataan keanggotaan yang tertib dan terintegrasi.
Kegiatan diikuti oleh 25 peserta tunanetra dan didukung tiga orang Al-Hawari.
Dwi Citolaksono mengingatkan peserta mengenai status keanggotaan mereka dan pentingnya memanfaatkan platform yang telah disediakan organisasi.
“Di sini sudah menjadi anggota ITMI, kan, ya? Ya dong, harus sudah. Platformnya sudah ada. Semuanya tinggal pakai,” ujarnya.
Dirinya juga turut memberikan arahan singkat terhadap administrator wilayah dan daerah, termasuk kepatuhan terhadap undang-undang perlindungan data pribadi nomor 27 tahun 2022.
“Nah ini juga saya minta kepada administrator wilayah dan daerah untuk sungguh-sungguh dalam menjaga data pribadi anggota. Kalau tiba-tiba katakanlah ada yang minta data pribadi misal datanya pak Win, jangan dikasih itu. Tidak sembarangan begitu. Jangan juga menyebarkan datanya secara ilegal. Mari, kita patuhi undang-undang PDP, ya”, tegasnya, Rabu (13/10).
SIARGA Bukan Sekadar Registrasi Anggota
Menurut Cito, SIARGA tidak hanya berfungsi sebagai sarana registrasi anggota. Platform ini juga memiliki potensi untuk membantu organisasi mengelola informasi mengenai pertumbuhan anggota, perkembangan kepengurusan wilayah dan daerah, serta data kesekretariatan ITMI di seluruh Indonesia.
Ia menjelaskan, pengembangan dan pemanfaatan data tersebut membutuhkan kerja sama yang baik antara anggota, pengurus daerah, pengurus wilayah, dan pengurus pusat.
“Di SIARGA itu sebetulnya fiturnya tidak hanya registrasi anggota saja. Kita juga bisa melihat statistik pertumbuhan wilayah dan daerah, kesekretariatan ITMI seluruh Indonesia. Bisa juga nantinya ada laporan keuangan organisasi yang bisa diaudit secara publik untuk transparansi. Tapi balik lagi, itu perlu kerja sama yang kompak,” jelasnya.
Cito juga menyampaikan harapannya agar SIARGA dapat berkembang secara bertahap menjadi sistem terpadu yang mendukung berbagai kebutuhan organisasi.
Namun, menurutnya, penguatan fungsi keanggotaan tetap perlu menjadi perhatian dalam tahap pengembangan saat ini.
“Bahkan nantinya SIARGA ini bisa bertransformasi menjadi aplikasi sistem terpadu ITMI. Tapi pelan-pelan. Untuk keanggotaan saja kita masih perlu evaluasi. Kalau kata orang Jawa, ojo kesusu,” katanya.
Manfaat Pendataan Keanggotaan melalui SIARGA
Pendataan anggota secara terintegrasi diharapkan dapat memberikan sejumlah manfaat bagi anggota dan organisasi, antara lain:
- Data keanggotaan lebih tertib, sehingga informasi anggota dapat dikelola melalui sistem organisasi.
- Status keanggotaan lebih mudah ditelusuri, dengan data yang diverifikasi melalui mekanisme organisasi.
- Informasi perkembangan anggota dan wilayah lebih terpantau, sehingga pengurus memiliki gambaran mengenai pertumbuhan organisasi.
- Data kepengurusan dan kesekretariatan lebih terorganisasi, untuk mendukung kebutuhan administrasi ITMI dari tingkat daerah hingga pusat.
- Koordinasi organisasi lebih terarah, karena pengurus dapat memanfaatkan data yang tersedia untuk mendukung komunikasi dan perencanaan program.
Manfaat tersebut memerlukan data yang akurat dan pembaruan secara berkala.
Karena itu, anggota dan pengurus di setiap tingkatan diharapkan bekerja sama dalam memastikan informasi yang dimasukkan ke dalam SIARGA sesuai dengan keadaan sebenarnya.
Penguatan Organisasi Melalui Kolaborasi
Dalam kegiatan tersebut, Dwi Citolaksono, S.Pd hadir mendampingi Ketua Umum PP ITMI, Ust. H. Yogi Madsuni, yang memberikan pelatihan terapi pijat Swedia kepada peserta.
Turut hadir pula Presiden Rumah Aspirasi Tunanetra Indonesia, Drs. KH. Arief Pribadi, M.M.Tr., yang juga merupakan anggota kehormatan ITMI.
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat hubungan antara pengurus pusat dan wilayah, baik melalui peningkatan keterampilan anggota maupun pembenahan administrasi organisasi.
Ketua PW ITMI Sumatera Selatan, Windarto, menyampaikan apresiasi atas kehadiran rombongan PP ITMI dan Rumah Aspirasi Tunanetra Indonesia. Ia berharap kesempatan serupa dapat kembali dilaksanakan dengan waktu yang lebih panjang agar anggota memperoleh pembekalan yang lebih luas.
Melalui pemanfaatan SIARGA, ITMI diharapkan dapat membangun tata kelola keanggotaan yang semakin tertib, memperkuat koordinasi antartingkatan kepengurusan, dan mendukung pelaksanaan program organisasi secara berkelanjutan.








Tinggalkan Balasan