Palembang, itmi.or.id – Ketua Umum ITMI Ust. H. Yogi Madsuni bersama rombongan, mengunjungi Pengurus Wilayah (PW) ITMI Sumatera Selatan di Palembang untuk memberikan pelatihan terapi pijat Swedia sekaligus memperkuat kapasitas anggota dan organisasi.
Kegiatan yang berlangsung pada Rabu, 14 Oktober 2026, tersebut diikuti 25 peserta tunanetra dan didukung tiga orang Al-Hawari.
Kegiatan berlangsung di sekretariat PW ITMI Sumsel Jl. Urip Sumoharjo, Komplek Pusri No. 3, Kelurahan 2 Ilir, Sekojo, Kota Palembang, Sumatera Selatan.
Dalam kunjungan tersebut, Ust. H. Yogi Madsuni hadir dalam kapasitasnya sebagai Ketua Umum PP ITMI sekaligus pemateri pelatihan terapi pijat Swedia.
Turut hadir Presiden Rumah Aspirasi Tunanetra Indonesia, Drs. KH. Arief Pribadi, M.M.Tr., yang juga merupakan anggota kehormatan ITMI.
Rombongan didampingi Dwi Citolaksono, S.Pd., staf Media Officer PP ITMI yang juga bertugas sebagai Administrator Keanggotaan ITMI secara nasional melalui platform SIARGA.
Kegiatan ini tidak hanya menjadi ruang belajar keterampilan praktis, tetapi juga kesempatan memperkuat silaturahmi antara pengurus pusat, pengurus wilayah, anggota, dan Rumah Aspirasi Tunanetra Indonesia.
Perjalanan Panjang di Tengah Kabut Asap
Kehadiran rombongan PP ITMI di Palembang diawali perjalanan yang cukup panjang. Pada Selasa pagi (13/10), rombongan bertolak dari Jakarta menuju Lampung karena saat itu tidak tersedia penerbangan langsung ke Palembang.
Setibanya di Lampung, perjalanan dilanjutkan melalui jalur darat menuju Kota Palembang.
Perjalanan tersebut berlangsung ketika kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) menyelimuti sejumlah wilayah Sumatera Selatan. Kondisi ini menjadi perhatian karena asap dapat mengganggu jarak pandang, aktivitas masyarakat, dan perjalanan transportasi.
Beberapa media pemberitaan melaporkan bahwa pada 13 Oktober 2026, ruas Tol Trans-Sumatera Palembang–Lampung turut diselimuti kabut asap.
Sementara itu, pemberitaan DetikSumbagsel menyebutkan sebanyak 205 penerbangan di Bandara Internasional Sultan Mahmud Badaruddin II Palembang terdampak kabut asap selama periode 1–11 Oktober 2026.
Rombongan tiba di Palembang sekitar pukul 22.15 WIB. Meski menempuh perjalanan panjang, mereka tetap disambut oleh jajaran PW ITMI Sumatera Selatan yang telah mempersiapkan kegiatan tersebut.
Ketua PW ITMI Sumatera Selatan, Windarto, menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih atas kesediaan Ketua Umum PP ITMI dan Presiden Rumah Aspirasi Tunanetra Indonesia untuk hadir secara langsung.
“Kami mengucapkan banyak terima kasih kepada Bapak Ketua Umum dan Presiden Rumah Aspirasi yang telah hadir ke sini, meski dengan perjuangan yang besar karena kabut asap ini. Semoga beliau-beliau Allah sehatkan, termasuk juga Mas Cito. Ini luar biasa semuanya,” ujar Windarto.
Ia menjelaskan bahwa kegiatan tersebut sebenarnya telah direncanakan sejak lama. Pengurus wilayah bahkan semula merancang kegiatan berlangsung lebih dari satu hari agar materi dapat diberikan secara lebih leluasa.
Namun, keterbatasan yang ada membuat kegiatan akhirnya dilaksanakan dalam satu hari.
“Acara ini direncanakan sejak lama, sebetulnya, dengan anggaran yang cukup besar juga yang kami ajukan karena rencananya lebih dari satu hari. Namun, karena segala keterbatasan, ya kita satu hari saja. Semoga lain waktu kita bisa menambah lagi ilmunya nanti lebih lama, insya Allah,” katanya.
Pelatihan Pijat Swedia, Teori Dilanjutkan Praktik
Salah satu agenda utama kegiatan adalah pelatihan terapi pijat Swedia atau Swedish massage yang dipandu Ust. H. Yogi Madsuni.
Pijat Swedia merupakan teknik pijat yang menggunakan gerakan seperti mengusap, meremas, menggosok, dan mengetuk otot. Teknik ini umumnya digunakan untuk membantu relaksasi serta meredakan ketegangan dan nyeri otot.
Dalam pelatihan tersebut, penyampaian teori dilakukan secara singkat karena keterbatasan waktu. Peserta kemudian diarahkan untuk mempelajari penerapan teknik melalui metode temu kasus, yakni mengenali keluhan yang disampaikan, mengidentifikasi bagian tubuh yang terasa sakit, dan mempertimbangkan pendekatan pemijatan yang sesuai.
Ust. H. Yogi Madsuni menilai kegiatan berjalan dengan baik. Ia mengapresiasi kesiapan PW ITMI Sumatera Selatan dalam menyelenggarakan pelatihan, meskipun waktu pelaksanaannya terbatas.
“Secara keseluruhan saya mengapresiasi. Insya Allah tidak ada evaluasi mendalam, saya kira semuanya sudah sangat baik. Hanya nanti mungkin kalau ada waktunya kita tambah dengan satu hari,” ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa metode praktik dipilih agar peserta tidak hanya memperoleh pengetahuan secara teori, tetapi juga berkesempatan mempelajari penerapannya.
“Ya, karena waktunya singkat, teori tadi sedikit saja. Selebihnya kita coba metode temu kasus. Jadi siapa yang sakit apa, di bagian mana, nah nanti kita coba lakukan pemijatan,” katanya.
Melalui pendekatan tersebut, peserta diharapkan memperoleh tambahan wawasan dan keterampilan yang dapat dikembangkan lebih lanjut.
Dalam penerapannya, pemijatan tetap perlu memperhatikan kondisi orang yang menerima terapi. Keluhan tertentu membutuhkan pertimbangan tenaga kesehatan sebelum dilakukan pemijatan, sehingga keterampilan ini tidak dimaknai sebagai pengganti pemeriksaan atau pengobatan medis.
Rumah Aspirasi Apresiasi PW ITMI Sumsel
Presiden Rumah Aspirasi Tunanetra Indonesia, Drs. KH. Arief Pribadi, M.M.Tr., turut menyampaikan apresiasi kepada Windarto dan jajaran PW ITMI Sumatera Selatan atas penyelenggaraan kegiatan tersebut.
Dengan gaya santainya, H. Arief menyapa peserta dan mengungkapkan kegembiraannya bisa berkunjung ke Palembang.
“Saya senang kalau sudah kayak begini ini. Apalagi ke Palembang, banyak pempek, meski banyak juga asapnya,” ujarnya, disambut suasana hangat peserta.
H. Arief juga menceritakan pengalaman rombongan saat tiba di Palembang pada malam sebelumnya. Setelah perjalanan panjang dari Lampung, mereka langsung disuguhi hidangan oleh tuan rumah, meskipun sebelumnya sudah makan.
“Semalam kami datang itu sekitar jam sepuluh lewat lima belas. Langsung disuguhi makan. Padahal sebelumnya saya dan rombongan Pak Ketum sudah makan. Tapi karena kita suka, ya sikat saja lah. Terima kasih untuk sajiannya,” tuturnya.
Ia kemudian melanjutkan cerita tentang perjalanan darat bersama Ust. H. Yogi Madsuni dan Dwi Citolaksono. Kondisi jalan yang berguncang selama perjalanan menjadi bahan gurauan yang mengundang tawa peserta.
“Lumayan juga tuh di Kayuagung saya sama Pak Soni, berasa naik kuda. Jalannya gajlug-gajlug. Jalan tolnya juga panjang, sampai Kang Cito itu nahan pipis cukup lama itu. Mudah-mudahan enggak sampai pipis di celana,” katanya sambil bercanda.
Di tengah suasana akrab tersebut, H. Arief menegaskan apresiasinya kepada PW ITMI Sumatera Selatan.
“Ya tentunya kami Rumah Aspirasi mengapresiasi Pak Win bersama PW ITMI Sumsel. Terima kasih jerih payahnya. Pokoknya ITMI Sumsel bagian dari Rumah Aspirasi juga,” ujarnya.
Pada kesempatan itu, Arief juga membagikan hadiah berupa uang tunai sebesar Rp100.000 kepada peserta yang mengikuti tes bacaan Al-Qur’an dan menjawab pertanyaan umum seputar ke-ITMI-an.
Pemberian hadiah tersebut menambah semarak kegiatan sekaligus menjadi bentuk apresiasi kepada peserta yang berpartisipasi.
Pembekalan Keanggotaan Melalui SIARGA
Selain pelatihan terapi pijat Swedia, kegiatan juga diisi dengan pembekalan mengenai keanggotaan ITMI melalui platform SIARGA.
Materi ini disampaikan Dwi Citolaksono, S.Pd., yang selain bertugas sebagai staf Media Officer PP ITMI juga mengemban peran sebagai Administrator Keanggotaan ITMI secara nasional.
Dalam sesi tersebut, Sarjana muda yang akrab disapa Kang Cito itu mengingatkan peserta tentang pentingnya memastikan status keanggotaan mereka telah tercatat dalam sistem organisasi. Ia juga mendorong anggota untuk memanfaatkan platform yang sudah tersedia.
“Di sini sudah menjadi anggota ITMI, kan, ya? Ya dong, harus sudah. Platformnya sudah ada. Semuanya tinggal pakai,” ujar Cito.
Ia menjelaskan bahwa SIARGA tidak hanya berfungsi untuk registrasi anggota. Platform tersebut juga memiliki fungsi yang dapat mendukung pengelolaan informasi organisasi, termasuk statistik pertumbuhan anggota, perkembangan wilayah dan daerah, serta data kesekretariatan ITMI di seluruh Indonesia.
“Di SIARGA itu sebetulnya fiturnya tidak hanya registrasi anggota saja. Kita juga bisa melihat statistik pertumbuhan wilayah dan daerah, kesekretariatan ITMI seluruh Indonesia. Tapi balik lagi, itu perlu kerja sama yang kompak,” jelasnya.
Menurut Cito, pemanfaatan data yang terintegrasi dapat membantu pengurus atau pihak external memperoleh gambaran mengenai perkembangan organisasi.
Data tersebut juga dapat menjadi salah satu dasar untuk mendukung perencanaan program, koordinasi antarpengurus, dan pembenahan administrasi.
Ia berharap SIARGA ke depan dapat dikembangkan secara bertahap menjadi sistem terpadu yang mendukung berbagai kebutuhan ITMI. Namun, ia menekankan bahwa pengembangan tersebut perlu dilakukan dengan memperhatikan kesiapan sistem dan evaluasi terhadap penggunaan fitur yang sudah tersedia.
“Bahkan nantinya SIARGA ini bisa bertransformasi menjadi aplikasi sistem terpadu ITMI. Tapi pelan-pelan, untuk keanggotaan saja kita masih perlu evaluasi. Kalau kata orang Jawa, ojo kesusu,” katanya.
Pembekalan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat pemahaman anggota mengenai pentingnya pendataan dan administrasi organisasi. Keberhasilan pemanfaatan SIARGA tetap membutuhkan kerja sama antara anggota, pengurus daerah, pengurus wilayah, dan pengurus pusat agar data yang tercatat tetap akurat dan dapat diperbarui sesuai kebutuhan.
Berharap Kegiatan Berikutnya Lebih Panjang
Menjelang berakhirnya kegiatan, Ust. H. Yogi Madsuni kembali menyampaikan apresiasi terhadap penyelenggaraan acara. Ia berharap kesempatan berikutnya dapat dimanfaatkan untuk memperpanjang waktu pelatihan sehingga peserta memperoleh materi dan praktik yang lebih mendalam.
Sementara itu, Windarto berharap kunjungan dan pembekalan seperti ini dapat kembali dilaksanakan di masa mendatang. Menurutnya, tambahan waktu akan memberikan ruang lebih luas bagi anggota untuk memperdalam keterampilan dan memperoleh pengetahuan baru.
Kegiatan ditutup dengan foto bersama pada sore hari. Selepas Magrib, Ust. H. Yogi Madsuni bersama rombongan bertolak kembali ke Jakarta.
Melalui kegiatan ini, PP ITMI dan PW ITMI Sumatera Selatan berharap penguatan kapasitas anggota dapat berjalan beriringan dengan pembenahan tata kelola organisasi. Pelatihan keterampilan, pemanfaatan teknologi melalui SIARGA, dan penguatan silaturahmi diharapkan menjadi bagian dari ikhtiar bersama untuk meningkatkan peran serta kemandirian tunanetra muslim.








Tinggalkan Balasan